Kamis, 13 Juni 2013

# Refleksi diri di malam Jum'at :' )



Bismillah, walhamdulillah, walaa ila haillallohu wallohuakbar…
Ya Alloh Ya Robbul ‘izzati, hanya kepada Engkau-lah hamba ini menyembah, hanya kepada Engkau-lah hamba ini memohon pertolongan, hanya kepada Engkau-lah hamba ini bersimpuh, hanya kepada Engkau-lah hamba ini bermunajad, hanya kepada Engkau-lah hamba ini tertunduk, hanya kepada Engkau-lah hamba ini terpatuh, hanya….hanya…dan hanya…kepada Engkaulah kami berserah....

Ya Alloh Ya Robbal ‘alamin, akan segala karunia Engkau kami haturkan syukur biliisan alhamdulillah, bil janan dengan penuh senyum ketertundukan akan segala karunia2 Mu, bil Arkan akan ‘amal perbuatan dari Mu akan penuh kehusyukan ketertundukan dan penuh ketho’atan akan segala perintah dan laranganMu.

Ya Alloh Ya Robbal ‘alamin, akan segala karunia Engkau kami haturkan syukur, Ya Alloh Ya Rohman, akan segala rasa kasih yang Engkau berikan kepada semua makhlukMu, ya Alloh ya Rohim akan segala sayang yang Engkau berikan kepada para hambaMu yang beriman dan ber ‘amal sholih…

Dengan tanpa segala daya kekuatan yang Engkau berikan kepada hamba, takkan pernah mampu diri ini berkarya, takkan mampu diri ini berlomba, takkan mampu diri ini berupaya, takkan mampu diri ini berlari, takkan mampu diri ini berjalan, takkan mampu diri ini melambai, takkan mampu diri ini mengangguk, takkan mampu diri ini tertawa, takkan mampu diri ini tersenyum, takkan mampu diri ini berkedip, takkan mampu diri ini…takkan mampu diri ini…takkan mampu diri ini…menuju akan segala perintah dan larangan-Mu, tersimpuh tunduk akan segala kebesaran-Mu…

Dengan segala kekurangan, dengan segala kesalahan, dengan segala kerendahan, dengan segala dosa-dosa yang kami pikul, dengan segala aniaya yg hamba perbuat sendiri akan kehilafan, dengan segala…segala…segala…segala yang tak pernah sempurna pada hamba akan sifat makhluk-Mu Ya Robb….
Kami mohon ampun Ya Allah..kami mohon ampun yaa Ghoffar...

Dengan penuh keyakinan akan segala sifat-Mu ya Robb, sujud syukur akan segala karunia, sujud kami haturkan akan segala ketundukan, kepasrahan, memohon segala ampunan-Mu ya Robb…amin..

# Semoga senantiasa diri ini selalu Istiqomah di jalan ini. Amiin :')
                                                                                                             
                                          *Kamis malam 23.15, Disudut Kamar*

Sabtu, 18 Mei 2013

Menjadi bagian dari YES SUMMIT First Generation ^^

Young Engineer and Scientist SUMMIT 2013


Seluruh delegasi di depan perpus pusat ITS
Surabaya, 9-12 Mei 2013

Bismillah..,
Alhamdulillah di beri kesempatan oleh Allah untuk mengikuti konferensi Mahasiswa Nasional YES SUMMIT 2013 di ITS, setelah bulan April lalu dinyatakan lolos sebagai peserta Indonesia Youth Forum 2013. Sungguh merasa tidak percaya saat pengumuman peserta YES SUMMIT yang lolos ada namaku disana. Bahkan Aku tidak tahu kalau sudah ada pengumuman, jika tidak di mention temenku lewat FB. Masih teringat saat perjuanganku mendaftar YES SUMMIT ini. Sedikit cerita, semua berawal saat lihat ada temenku nge share terkait Summit ini. Dan terlihat ada tulisan “H-1 pendaftaran YES SUMMIT 2013” terus ku kepo deh ini sebenarnya Summit jenis apa.. hehe. Dan ternyata saat ku kepo, ngeliat atik TF 2010 lagi nanya2 ke admin terkait acara ini. Langsung deh berminat daftar dalam pikirku, karena jika nanti lolos minimal ada temennya si atik. Langsung mendaftar akun di web trsbt, mengisi form dll. Lalu baru sadar kalau ternyata di minta bikin semacam tulisan penelitian atau project berdasarkan cluster yang diminati. Akhirnya mlm terakhir pengiriman smua berkas, aku bertekad mengerjakan project itu. Karena malam itu banyak tugas kuliah yang harus ku kerjakan akhirnya baru sempat bikin project jam 10 malam, brainstorming idea, dll. Lebih parahnya lagi laptop tiba2 eror dan lemot, sehingga menghambat proses pengerjaan. Akhirnya berencana minjem laptop temen sekamar, namun harus nunggu sampai dia slsai mengerjakan tugas. Baru Mulai mengerjakan dengan benar dan tenang pukul 22.45.Tarik nafas panjang.., tenangkan fikiran dan focus. Akhirnya mulai menulis project di laptop, meskipun ngetik sambil melirik jam karena deadline terakhir pukul 23.59. Aku mengambil cluster Energy dan membuat project tentang bioenergi karena pernah juga mengerjakan project bioethanol sehingga masih tertarik hingga sekarang, entah kenapa meskipun ilmu ini tidak ku pelajari di jurusan. Namun aku sangat tertarik mendalami terkait ilmu ini karena bio energy sangat di butuhkan di Indonesia. Yes, Alhamdulillah projectnya selesai ku tulis pukul 23.50. langsung buka gmail.com untuk ngirim email ke panitia YS SUMMIT. Dan waktu ituu.., signal modem lagi lemot :’(  Refresh terus… Akhirnya email terkirim juga tepat pukul 23.59. dan saat itu juga ku marking biodata dan project ku. Setelah itu langsung deh tepar, krn mengingat seharian aktivitasku yang sangat padat.. Senang sekali rasanya akhirnya terkirim, terlepas dari nanti diterima atau tidak yang terepenting panitia sudah menerima kiriman tulisanku.

Kamis, 9 Mei 2013
      Berangkat pukul 07.30 dari kontrakan menuju lempuyangan, padahal jadwal kereta berangkat pukul 07.45. Akhirnya naik motor ngebut.., sampai stasiun temen2 dari UGM sempet panik karena menungguku. Kirain aku yang paling terakhir datang, eh ternyata ada mba rohmah yang baru smpe setelah aku :D berangkat ke Surabaya bareng2 dengan delegasi UGM dan rombongan yanuar dll juga yang ingin liburan panjang ke pulau sempu. Akhirnya tiba di Stasiun gubeng, surabay pukul 13.30, langsung menghubungi panitia agar di jemput. Karena miscom dari panitia.., akhirnya kita baru di jemput panitia pukul 14.30. Menunggu lama hampir 1 jam di stasiun dengan cuaca surabaya yang panas sekali, sehingga membuat kita serombongan menjadi kesal dengan panitia. Sesampai di tempat penginapan di Asrama Haji Surabaya, malamnya kita ada dinner bersama dengan asisten KEMENPORA RI dan penerbangan lampion serta menulis harapan2 untuk YES SUMMIT dkertas yang di tempelkan di pohon harapan. di pohon harapan itu tiap ranting di beri gambar logo 23 universitas. Yang merupakan universitas yang ikut di acara YES SUMMIT ini.
Saat penerbangan lampion :)
Tempelan harapan peserta di pohon  harapan
Jumat-sabtu, 10-11 Mei 2013
      Hari kedua dan ketiga penuh dengan kuliah umum, mulai dari kuliah umum pak ilham Akbar habibie, di lanjut kuliah umum dari ketua Persatuan Insinyur Indonesia, kuliah umum dari changemaker cluster Energy, Cluster IT, cluster Urban Living yang sungguh luar biasa dan di tutup kuliah umum dari pak Hatta rajasa (menteri perekonomian RI). Dan dilanjutkan FGD 1,2,3 yang output dari FGD itu kita membuat suatu project real yang bisa di realisasikan ke masyarakat sesuai dg cluster yang di pilih. Yang mana project tersebut nanti di presentasikan di hari ke empat. Satu Tim ku ada : Niqla (UGM), Ilham (Fisika UGM), Pram (Biologi UGM), Zulfikar (UI), tia (Un.Pontianak), Nindya (Undip), Iis (Unsri), Miswandi (Un.Riau), diah (ITS). Dan mereka sunggah luar biasaa :D kami bersama2 mengerjakan project ini hingga larut malam pada hari sabtu malam minggu.. haha
Foto seluruh delegasi saat kuliah umum pak hatta rajasa :D
Minggu, 12 Mei 2013
       Hari keempat sekaligus hari terakhir, full dengan presentasi project masing2 cluster. Dan penutupan oleh panitia yang disertai hiburan tarian Madura dan band dari ITS. Dan berakhir dengan sesi foto2 dari semua delegasi dan pembagian sertifikat. Terlihat kesedihan dari seluruh peserta karena akan berpisah dan keluar dari konferensi ini kita mempunyai amanah masing2 untuk merealisasikan project masing2 cluster. Dan di penutupan YES SUMMIT ini telah terbentuk ketua yaitu Muhammad Riki dari UI. Young Engineer and Scientist Summit ini merupakan konferensi pertama yang menghadirkan para engineer and scientist yang diadakan pertama kali di Indonesia. Acara selesai pukul 17.00 dan smua peserta pulang ke universitas masing2 dan smua rombongan UGM pun sudah berangkat naik bus yang disediakan panitia. Namun aku, atik, chay, faza dan puji utomo nekad tidak bareng rombongan karena kita ingin jalan2 dulu di Surabaya. Sungguh baik sekali pelayanan dari panitiaa.., kami ber lima diantar jalan2 oleh panitia naik mobil keliling surabaya untuk beli oleh2, namun tidak satupun tempat oleh2 yang kami dapatkan. Maklum LO dan Supirnya (Liza dan Adi ) adalah mahasiswa 2012 yang belum tahu banyak ttg surabaya :D sepanjang perjalanan kami keliling Surabaya diwarnai saling bulli dan kekocakan. Kami naik Bus perjalanan pulang ke Yogyakarta pukul 21.30 dari terminal Surabaya.

Foto kartu lebaran ala faza,atik,chay,niqla,puji di masjid surabaya :D

        “Berlelah-lelah lah kawan, karena manisnya hidup akan terasa ketika kita lelah berjuang”

Semoga forum angkatan ini tidak hanya sekedar menjadi panitia saja untuk YES SUMMIT angkatan berikutnya tanpa ada kontribusi nyata. Biar kita bisa menunjukan YESS ini adalah solusi buat Indonesia, dan melalui YESS ini pula kita mewujudkan cita-cita bangsa kita.

Hidup mahasiswa
Salam Membangun Indonesia

Thanks to :
-          - Adi dan Lisa yang sungguh baik, hingga menemani kita berlima jalan2 :D
-        Smua keluarga baruku di YES SUMMIT ini, kalian mengajarkanku banyak hal. Terutama untuk harus selalu peduli dengan bangsa ini.
-      Semua panitia Young Engineer and Scientist SUMMIT 2013 yang sungguh luar biasa sukses mengadakan acara ini.

Rabu, 03 April 2013

Sepotong Hati Yang Baru, Perlukah ??




Kita hanya punya sepotong hati, bukan? Satu-satunya...........

Lantas bagaimana kalau hati itu terluka??
Disakiti justru oleh orang yang kita sayangi?
Aduh, apakah kita bisa mengobatinya?
Apakah luka itu bisa pulih, tanpa bekas? 
Atau jangan-jangan...........
Kita harus menggantinya dengan sepotong hati yang baru ?
( Dikutip dari Novel " Sepotong Hati Yang Baru " dari Tere Liye )

 Yuup..,.. ketika berbicara mengenai hati memang sedikit sensitif  :) Setiap orang pasti pernah mengalami luka pada hatinya, meskipun tanpa kita sadari. Dan tiap pribadi masing-masing punya cara tersendiri dalam mengobatinyaa..Terkadang ada orang yang dengan mudah melupakan hal-hal kecil yang bisa menyakitkan hati. Dan ada pula seseorang yang sulit untuk mengobati luka yang ada pada hatinya.. Bagaimana kita mengelola Hati kita ? ketika kekecewaan dan Sakit Hati itu muncul....

Adakah sepotong Hati Yang Baru???

        Kekecewaan dan Sakit Hati harus dikelola dengan cara yang benar, sehingga kita bisa hidup berlanjut ketahap yang lebih baik, bertumbuh secara iman dan mengalami pengalaman hidup yang lebih menyenangkan lagi.. :)

 " Tetapi Mereka kecewa karena Keyakinan mereka, mereka tertipu setibanya di sana."

Mengapa keyakinan kita bisa menipu kita? 

" Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan "

        Ketika kita merasa yakin akan sesuatu dan mulai menaruh pengharapan kita pada keyakinan tersebut. Maka bersiaplah, ketika harapan yang kita yakini tersebut tertunda, maka itu hanya akan menyedihkan hati, sementara keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.Berhati-hatilah terhadap 3 hal dibawah ini dalam kehidupan kita?
1. Tentang apa yang kita yakini 2. Tentang kemana kita taruh pengharapan kita 3.  Tentang apa keinginan kita



Ternyata Tidak mudah untuk mengelola hati dengan baik yaa??

         Maka untuk membuat hati dalam keadaan sadar dan baik, diperlukan salah satunya dengan menjaga 3K yaitu, menjaga Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas ibadah. Dengan menjaga 3K, maka Hati dapat diminimalkan dan dikelola dengan baik, maka akan menghasilkan manusia yang berhubungan baik dengan sesamanya, lingkungannya dan dengan Rabbnya. Alangkah indahnya hidup ini, jika diwarnai dengan persaudaraan dan persahabatan serta senyuman yang terlontar antar sesama…:) 
So, ketika kita mulai hidup kita dengan hal-hal yang baik dan positif, Insya Allah hati kita tidak akan terluka. Sehingga tidak perlu membuat sepotong hati yang baru. 

Aku Menyadari.....
Cinta bukan sekedar memaafkan.
Cinta bukan sekedar soal menerima apa adanya
Cinta adalah harga diri 
Cinta adalah rasionalitas sempurna...

      " Jika kau memahami cinta dalah perasaan irasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. Kau dengan mudah membenarkan apapun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kau tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut. Tidak lebih, tidak kurang. " ( Tere Liye )

Jumat, 29 Maret 2013

Tour De Kampung Inggris Part 1

Sebuah catatan perjalanan baru di bumi Jawa Timur pun dimulai...... ^^
      Tepat tanggal 24 Januari 2013, saat liburan UAS semester ganjil aku pun melakukan perjalanan ke timur untuk mengikuti program TOEFL di Kampung Inggris Pare, Kediri, Jatim. Sebenarnya sih sudah setahun yang lalu berniat ke Kampung Inggris. Namun, ada banyak hal yang menjadi halangan dan amanah di kampus, sehingga keberangkatanku tahun lalu tertunda. Alhamdulillah akhirnya kesampean juga tahun ini.. :D
Kamis, 24 Januari 2013 pukul 06.00 aku berangkat dari stasiun lempuyangan menuju stasiun Kediri bersama    temenku Sabila dan Maulina adiknya. Dan seperti yang ku duga kereta datangnya terlambat sehingga kita pun harus menunggu lama. Saat berbincang2 dengan sabil mengenai gimana caranya ke pare dan lalala.., tiba2 ada seorang cewek yang menghampiriku. saat ku ajak kenalan, ternyata dia namanya lala dari UNS yang ternyata pingin ke pare dan ga ngerti juga gimana rute kesananya.. Akhirnya lala memutuskan bareng dengan kami untuk ke pare bersama-sama sepanjang perjalanan. * Padahal sebenarnya aku pun ga tahu cara kesananya.. :D
       Berbekal tekat yang bulat, akhirnya saat mau masuk kereta, aku dipertemukan dengan mas azmi TF 2009 dan mbak Ida TF 2008 serta Dicky TI 2011, Terkejut sekaligus bersyukur karena dipertemukan dengan banyak teman dari UGM yang ingin pergi ke Kampung Inggris juga..  6 jam pun terlewati, akhirnya kita serombongan tiba di stasiun kediri. Saat berencana ingin sholat dhuhur di stasiun, tiba-tiba dapet sms dari mas didik TF 2009, kurang lebih sms nya " Niqla mau ke kampung inggris yaa? mau ke pare naik apa? naik charter mobil aja, ini saya dan azmi sudah di depan stasiun mau nyari charter mobil. "
Subhanallah, akhirnya dipermudah lagi jalan ke pare. tiba2 mas didik sms dan menawarkan bantuan. Akhirnya selesai sholat kami pun langsung menuju depan stasiun, dan dikejutkan dengan adanya mas didik dan mita yang menyambut kedatangan kita di kota mereka KEDIRI..
     Kira-kira sekitar 1 jam dari stasiun kediri ke kota pare.. dan akhirnya sampailah kita ke Kampung inggris.. *yeeyy !!! walaupun ternyata tempatnya tidak seperti yang saya bayangkan :D
Dilanjutkan dengan registrasi ke PEACE *Quantum Girls* untuk camp cewek dan dilanjutkan registrasi ke office GLOBAL ENGLISH untuk kursus TOEFL nya. kemudiaaan lanjut berkenalan dengan teman-teman satu Camp dan langsung jalan-jalan keliling pare... :D
to be Continued...

Saudaraku, Yuuk Mari Kita Berprestasi :)


“Kesalahan terbesar yang dapat dibuat oleh seseorang adalah
tidak melakukan apa-apa”
 
(Maxwell)
Setiap manusia pasti memiliki cita-citanya masing, karena cita-cita adalah hal yang fitrah bagi manusia. Cita-cita itu suci, penuh harapan dan memiliki energi yang besar. Dia mampu membuat seseorang mengeluarkan kualitas terbaiknya dan meraih prestasi. Namun meskipun tiap manusia memiliki cita-cita, ada satu hal yang membedakan antara tiap manusia, yaitu seberapa besar usahanya dalam menggapai cita-cita dan prestasi tersebut. Ada yang hanya sekedar angan-angan, ada juga yang menggebu untuk mendapatkannya.
Berbicara tentang cita-cita memang tak lepas dari prestasi. Karena prestasi adalah buah keberhasilan dari usaha kita menggapai mimpi dan cita-cita. Prestasi sebenarnya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri seorang muslim, dari diri kita. Karena dalam Islam pun kita diperintahkan untuk selalu melaksanakan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin. Yang perlu diperhatikan adalah, prestasi yang sejati merupakan buah dari usaha yang istiqomah. Dia tidak muncul dengan dipaksakan, tetapi melalui proses yang ikhlas dan bertahap. Dia tidak muncul dari hati yang oportunis, tapi dari hati yang memiliki tujuan mulia.
Apakah sulit menjadi manusia yang berprestasi? Percayalah selalu bahwa,
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Al-Insyirah : 6)
Percayalah bahwa kita akan selalu mampu melaksanakannya. Buang segala pikiran negatif yang ada, dan ubah semuanya menjadi pikiran positif. Karena sesungguhnya, semuanya itu bersumber dari diri kita sendiri. Yakinilah bahwa masalah tak akan membiarkan kita tetap diam di tempat. Ia akan membawa kita maju seiring meningkatnya kualitas kita, atau bahkan mundur, seiring dengan keputusasaan kita. Apakah kita akan gagal atau berhasil, sekarang semuanya tergantung pada diri kita.. Untuk naik tingkat dan meraih prestasi, pasti memang akan ada banyak cobaan yang harus dilalui, namun, janganlah jadikan masalah itu melebur bersama diri kita. Letakkan masalah itu terpisah dari diri kita, dan yakinilah bahwa masalah itu bukan berasal dari diri kita. Contohnya, ketika kita mungkin mendapatkan hasil yang buruk saat ujian, jangan pernah sekalipun menganggap bahwa diri kitalah yang bermasalah. Letakkan ketidakbisaan itu di luar diri kita, dan identifikasi mengapa hal tersebut terjadi. Karena percayalah saudaraku, setiap manusia difitrahkan untuk berprestasi. Kita adalah makhluk yang paling sempurna, we are the miracles! Sehingga saat ini yang kita butuhkan adalah melepaskan mukjizat yang ada dalam diri kita..
“Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tak memperhatikan?”(Adz-Zariyaat : 21)
Lalu, yang menjadi pertanyaan, mengapa kita harus berprestasi? Bukankah dengan menjadi orang biasapun kita akan tetap bisa hidup bahagia? Lebih lagi, bukankah kita tetap akan bisa memasuki surgaNya? Naudzubillahi min Dzaliq! Pemikiran semacam inilah yang harus kita singkirkan jauh-jauh. Allah SWT telah menkaruniakan pada kita semua akal yang luar biasa. Bahkan dalam QS. At-Tin ayat 4 Allah berfirman bahwa kita, manusia, diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kita adalah makhluk terbaik! Bahkan melebihi malaikat, jin dan syaitan. Betapa berdosanya kita bila kita menyia-nyiakan potensi akal yang telah diberikanNya dan menyerah begitu saja oleh tubuh yang malas. Banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menyiratkan bahwa kita harus menjadi pribadi yang berprestasi, pribadi yang berusaha untuk terus mendapatkan yang terbaik di dunia dan akhirat. Seperti contohnya ayat berikut ini
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS. Ali Imron : 110)
Ayat ini sungguh menjelaskan bahwa kita adalah umat yang TERBAIK. Jadi, apa yang kita ragukan? Kemudian dalam ayat berikut ini,
“dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (QS. An-Najm : 39)
Jelas Allah SWT menyiratkan bahwa kita harus melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaan. Makna dari kedua ayat di atas dapat digabungkan, bahwa untuk menjadi umat yang TERBAIK, kita harus melakukan yang TERBAIK pula dalam setiap pekerjaan kita. Perhatikan, betapa agama ini mengajarkan kita untuk terus berprestasi. Betapa agama ini menyuruh kita untuk menjadi orang yang kuat untuk dunia dan akhirat. Ya, karena agama ini adalah agama para pejuang. Rasulullah SAW tak akan pernah berhasil membawa islam menuju kegemilangannya di masa lalu tanpa adanya perjuangan demi mendapatkan hasil terbaik dariNya. Mereka tak akan pernah memenangkan setiap perang yang jumlah musuh selalu jauh berkali lipat tanpa adanya semangat juang yang tinggi. Itulah yang harus sama-sama kita teladani dari Rasulullah dan para shahabat. Karena umat ini tak akan pernah maju tanpa adanya individu-individu yang kuat untuk berjuang dan berprestasi di jalanNya. Sesuatu yang dirasa hilang dari umat ini di zaman sekarang.
Karena itu, mulailah dari sekarang saudaraku! Impikan semua hal yang kau ingin raih di dunia ini, isi pikiranmu dengan fitrah yang telah diberikanNya. Jangan pernah membatasi cita-citamu, karena batasan hanya akan memutus harapan. Pikirkan saja semua hal yang ingin kau raih di dunia ini, penuhi otakmu dengan hal itu dan jadikan itu sebagai penyemangat di setiap langkah harimu… Yang terpenting, lakukan ini untuk masyarakat sekitarmu, untuk agamamu dan untuk Allah SWT, demi masa depan Islam yang gemilang. Insya Allah, Dia akan memberikan kita jalan walaupun kita tak menyangkanya. Karena itu, Saudara-Saudariku, mari kita berprestasi!
…Biarkan keinginan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu.
Dan sehabis itu yang kamu perlu hanya kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebing banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
leher yang akan lebih sering melihat ke atas.
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja..
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…
Serta mulut yang akan selalu berdoa..”
Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan,
bukan Cuma seonggok daging yang hanya punya nama. 

Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya,
bukan seorang pemimpi saja,
bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan,
mengikuti arus dan kalah oleh keadaan.
Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapa pun…
Dan kamu tak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.
(Dikutip dari 5 cm, dengan sedikit perubahan :D )

Jumat, 08 Maret 2013

Infinitely Yours

Orang Bilang, pertemuan pertama selalu kebetulan.
 Tapi, bagaimana caramu menjelaskan pertemuan-pertemuan kita selanjutnya? 
Apakah Tuhan campur tangan di dalamnya? 

 Kita Bukanlah dua garis yang tak sengaja bertabrakan. 
 Sekeras apapun usaha kita berdua, saling menjauhkan diri dan menjauhkan hati,
 pada akhirnya akan bertemu kembali.

 Kau tak percaya takdir, aku pun tidak.
 Karenanya, hanya ada satu cara untuk membuktikannya……. 
 Kau, aku dan perjalanan ini..... :)

                                         

                                                                    -Infinitely Yours-

Rabu, 09 Mei 2012

Menumbuhkan Semangat Menuntut Ilmu Pada Muslimah

Sesungguhnya, dalam menjalani berbagai perannya, peran wanita dapat dipetakan menjadi tiga peran penting yaitu sebagai sebagai pribadi muslimah, sebagai istri, dan sebagai ibu. Pada masing-masing peran, dibutuhkan ilmu yang dapat menjaganya dari berbagai bentuk penyimpangan. Berikut penjelasan ketiga hal tersebut: 1. Sebagai pribadi muslimah Seorang muslimah akan selalu terikat dengan berbagai aturan agama yang menyangkut dirinya sebagai seorang yang beragama Islam seperti kewajiban untuk merealisasikan rukun iman dan rukun Islam serta aturan lain yang merupakan konsekuensi dari kedua hal tersebut ataupun kewajiban yang terkait dengan kedudukannya sebagai seorang wanita seperti larangan dan kewajiban pada masa haid, kewajiban menutup aurot, dan sebagainya. Seluruh hal tersebut memerlukan ilmu sehingga kewajiban menuntut ilmu juga dibebankan kepda kaum wanita sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut, طَلَبُ اْلعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ “Mencari ilmu itu merupakan kewajiban bagi seorang muslim.” (Hadits shahih riwayat Ibnu Adi dan Baihaqi dari Anas radhiyallahu ‘anhu ) Al Hafizh Al Sahawi rahimahullah berkata, “Sebagian penulis menambahkan kata-kata muslimatin pada akhir hadits. Kata-kata ini tidak pernah disebutkan satu kali pun dalam berbagai sanad hadits tersebut, sekalipun secara makna memang benar.” Bertolak dari hal ini Ibnu Hazm rahimahullah berkomentar, “Menjadi kewajiban bagi wanita untuk pergi dalam rangka mendalami ilmu agama sebagaimana hal ini menjadi kewajiban bagi kaum laki-laki. Setiap wanita diwajibkan untuk mengetahui ketentuan-ketentuan agama berkenaan dengan permasalahan bersuci, shalat, puasa dan makanan, minuman, serta pakaian yang dihalalkan dan yang diharamkan sebagaimana kaum laki-laki, tanpa ada perbedaan sedikitpun di antara keduanya. Mereka juga harus mempelajari berbagai tutur kata dan sikap yang benar baik dengan belajar sendiri maupun dengan diperkenankan untuk bertemu seseorang yang dapat mengajarinya. Menjadi kewajiban para penguasa untuk mengharuskan rakyatnya agar menjalankan kewajiban ini”. (Al Ihkam fii Ushulil Ahkam 1/413 dalam Para Ulama Wanita Pengukir Sejarah, hlm. 7). Al Hafizh Ibnul Jauzi rahimahullah juga berkata, “Sering aku menganjurkan kepada manusia agar mereka menuntut ilmu syar’i karena ilmu laksana cahaya yang menyinari. Menurutku kaum wanita lebih dianjurkan dibanding kaum laki-laki karena jauhnya mereka dari ilmu agama dan hawa nafsu begitu mengakar dalam diri mereka. Kita lihat seorang putri yang tumbuh besar tidak mengerti cara bersuci dari haid, tidak bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan tidak mengerti rukun-rukun Islam atau kewajiban istri terhadap suami. Akhirnya mereka mengambil harta suami tanpa izinnya, menipu suami dengan anggapan boleh demi keharmonisan rumah tangga serta musibah-musibah lainnya.” (Ahkamun Nisa’ hlm. 6 dalam Majalah Al Furqon edisi 11 tahun VII). 2. Sebagai istri Seorang istri memiliki kewajiban untuk menaati suaminya dalam hal-hal yang bukan merupakan kemaksiatan terhadap Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَا طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةِ اللهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى المَََْعْرُوْفِ “Tidak (boleh) taat (terhadap perintah) yang di dalamnya terdapat maksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebajikan.” (HR. Bukhari dan Muslim) Maka tidaklah seorang istri dapat mengetahui apakah suatu urusan merupakan kemaksiatan atau bukan kecuali dengan ilmu syar’i. Selain itu, di akhir zaman ini, ketika keburukan banyak bertebaran di muka bumi yang membuat banyak orang hanyut dalam lumpur dosa, maka seorang istri yang sholihah harus membekali dengan ilmu syar’i agar dapat menjaga keistiqomahan dirinya dan suaminya serta keluarganya. Dengan nasihat yang baik dan kelemahlembutan yang dimiliki seorang wanita, seorang suami akan mampu menemukan ketenangan dan kekuatan yang akan menjaga dirinya dan keluarganya dari perbuatan-perbuatan dosa misalnya berbuat syirik dan bid’ah, berzina, mencari nafkah yang haram, mengambil riba, dan perkara-perkara maksiat lainnya. Karena agama adalah nasihat sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, الـدِيْـنُ النَصِيْحَةُ “Agama adalah nasiha.t” (HR. Muslim) Nasihat akan lebih dapat diterima oleh hati manusia jika diiringi dengan sikap lemah lembut. Allah Ta’ala berfirman dalam rangka memberi perintah kepada Nabi Musa ‘alaihissalam dan saudaranya (Harun) ketika berdakwah kepada Fir’aun, اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى٭ فَقُولَا لَهُ قَوْلاً لَّيِّناً لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى٭ “Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (Qs. Thaahaa : 43-44) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam sebuah hadits yang terdapat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, يَا عَائِشَة إِنَّ الرِّفْقَ مَا كَانَ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَنُزِعَ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ “Wahai ‘Aisyah, tidaklah kelembutan terdapat pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu melainkan akan memburukkannya.” 3. Sebagai ibu Sebuah syair Arab mengungkapkan hal berikut, الأُمُّ مَدْرَسَةٌ إِذَا أَعْدَدْتَهَا أَعْدَدْتَ شَعْبًا طَيِّبَ الْأَعْرَاقِ “Seorang ibu tak ubahnya bagai sekolah. Bila kita mempersiapkan sekolah itu secara baik, berarti kita telah mempersiapkan suatu bangsa dengan generasi emas.” Beban perbaikan dan pembentukan masyarakat yang Islami juga menjadi tanggung jawab wanita. Hal ini dikarenakan jumlah wanita yang lebih banyak dari laki-laki dan seorang anak tumbuh dari bimbingan seorang wanita. Maka, tidak bisa tidak seorang wanita harus membekali dirinya dengan ilmu syar’i khususnya mengenai pendidikan anak karena pendidikan anak menjadi tugas utama yang dibebankan kepada kaum wanita. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Hendaknya seorang wanita membaguskan pendidikan anak-anaknya karena anak-anaknya adalah generasi penerus di masa yang akan datang. Dan yang mereka contoh pertama kali adalah para ibu. Jika seorang ibu mempunyai akhlak, ibadah, dan pergaulan yang bagus, mereka akan tumbuh terdidik di tangan seorang ibu yang bagus. Anak-anaknya ini akan mempunyai pengaruh positif dalam masyarakat. Oleh karena itu, wajib bagi para wanita yang mempunyai anak untuk memperhatikan anak-anaknya, bersungguh-sungguh dalam mendidik mereka, memohon pertolongan jika suatu saat tidak mampu memperbaiki anaknya baik lewat bantuan bapak atau jika tidak ada bapaknya lewat bantuan saudara-saudaranya atau pamannya dan sebagainya”. (Daurul Mar’ah fi Ishlah Al Mujtama’ hlm. 25-26 dalam Majalah Al Furqon edisi 12 tahun VIII) Seorang ibu yang cerdas dan shalihah tentu saja akan melahirkan keturunan yang cerdas dan sholih pula, bi idzinillah. Lihatlah hal itu dalam diri seorang shahabiyah yang mulia, Ummu Sulaim radhiyallahu ‘anha, ibunda Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang merupakan pembantu setia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain cerdas, ia juga penyabar dan pemberani. Ketiga sifat mulia inilah yang menurun kepada Anas dan mewarnai perangainya di kemudian hari. (Ibunda Para Ulama, hlm.25) Dengan kecerdasannya, ia ‘hanya’ meminta sebuah mahar yang ringan diucapkan namun terasa berat konsekuensinya, yaitu keislaman Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu yang meminangnya saat itu. Dengan kesabarannya pula, ia mampu menyimpan rapat-rapat kesedihannya karena kematian putranya demi menenangkan suaminya. Potret Semangat Para Salafush Shalih dalam Menuntut Ilmu Demikian pentingnya peran para wanita. Dalam setiap lini kehidupannya, pasti membutuhkan ilmu syar’i. Hal ini pula yang dimengerti betul oleh para shahabiyah pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga mereka meminta waktu khusus pada beliau untuk mengkaji masalah-masalah agama. Dari Abu Sa’id Al Khudriy radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan bahwa ada seorang wanita menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, kaum laki-laki telah memborong waktumu. Oleh karenanya peruntukkanlah untuk kami sebuah waktu khusus yang engkau tetapkan sendiri. Pada waktu itu kami akan mendatangimu lalu engkau ajarkan kepada kami ilmu yang telah Allah ajarkan kepadamu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Berkumpullah kalian pada hari ini dan ini di tempat ini.” Kaum wanita pun berkumpul, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mendatangi mereka dan mengajari mereka ilmu yang telah Allah ajarkan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari dan Muslim) Semangat kaum wanita muslimah dalam mencari ilmu telah mencapai puncaknya hingga mereka menuntut adanya majelis ilmu yang khusus diperuntukkan untuk mengajari mereka. Padahal sebenarnya mereka telah mendengarkan kajian Rasulullah di masjid serta nasihat-nasihat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian juga keadaan para wanita Anshar pada masa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata, “Sebaik-baik wanita adalah wanita dari kaum Anshar. Rasa malu tidak menghalangi diri mereka untuk mendalami ilmu agama.” (HR. Muslim) Kita jumpai pula bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menganjurkan kaum wanita untuk menghadiri berbagai majelis ilmu guna menambah bekal keilmuan mereka. Dari Ummu ‘Athiyah al Anshariyyah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kami untuk menghadiri sholat hari raya ‘Idul Fithri dan hari raya ‘Idul Adha, baik awatiq (gadis yang sudah baligh atau hampir baligh), maupun wanita-wanita yang sedang haid dan juga gadis-gadis pingitan. Adapun wanita yang sedang haid, mereka hendaknya tidak berada di tempat shalat. Saat itu mereka menyaksikan kebaikan dan doa yang dipanjatkan oleh kaum muslimin. Ummu Athiyah berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang di antara kami tidak memiliki jilbab?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaknya muslimah yang lain meminjami jilbab untuknya.” (HR. Bukhari dan Muslim) (Para Ulama Wanita Pengukir Sejarah, hlm. 8-10) Sejarah telah mencatat, ulama tidak hanya berasal dari kalangan laki-laki saja. Ada banyak ulama wanita yang masyhur dan bahkan menjadi rujukan bagi ulama dari kalangan laki-laki. Lihat saja ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, wanita cerdas yang namanya akan terus dibaca oleh kaum muslimin dalam banyak hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Aisyah pula yang merupakan sebaik-baik teladan para wanita dalam menuntut ilmu, baik itu ilmu agama maupun ilmu umum. Az Zuhri mengatakan, “Andai ilmu ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha itu dikumpulkan lalu dibandingkan dengan ilmu seluruh wanita, niscaya ilmu yang dimiliki oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha itu lebih unggul”. (Al Haitsami berkata dalam al Majma’ (9/243), “Hadits ini diriwayatkan oleh Ath Thabarani sedangkan rawi-rawinya adalah orang yang bisa dipercaya.” Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al Hakim 4/139. Lihat: Para Ulama Wanita Pengukir Sejarah, hlm. 20) Begitu juga dengan masa setelah para shahabat (yaitu masa tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan seterusnya). Setiap zaman selalu menorehkan tinta emas nama-nama para ulama wanita hingga masa sekarang ini. Di antara mereka, adalah putri-putri ulama besar di jamannya. Sebut saja putri Sa’id bin Musayyib (tabi’in), putri Imam Malik, Ummu ‘Abdillah binti Syaikh Muqbil bin Hadi, dan lainnya. Apakah ilmu yang mereka dapatkan itu merupakan ilmu warisan dari ayah-ayah mereka yang seorang ulama? Jawabannya, tentu tidak. Ilmu bukanlah harta benda yang dapat diwariskan begitu saja. Alangkah bagusnya apa yang diceritakan oleh Al Farwi, “Kami pernah duduk di majelis Imam Malik. Pada saat itu putra beliau keluar masuk majelis dan tidak mau duduk untuk belajar. Maka Imam Malik menghadap kami seraya berkata, “Masih ada yang meringankan bebanku yaitu bahwa masalah ilmu ini tidak bisa diwariskan.” (Majalah al Furqon edisi 12 tahun VI) Tentu saja ilmu yang mereka dapatkan tidak datang begitu saja. Ada usaha dan pengorbanan yang besar untuk meraihnya. Mari kita simak kegigihan para salaf dahulu dalam menuntut ilmu. Hasan Al Bashri berkata, “Apabila engkau mendapati seseorang yang mengalahkanmu dalam urusan dunia, maka kalahkanlah dia dalam urusan akhirat.” Imam Ahmad berwasiat kepada putranya, “Aku telah menginfakkan diriku untuk perjuangan”. Ketika Imam Ahmad ditanya kapan seseorang dapat beristirahat? Maka beliau menjawab, “Ketika pertama kali menginjakkan kakinya di surga.” Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata, “Dahulu generasi salaf menuntut ilmu karena Allah, maka mereka pun menjadi terhormat dan menjadi para imam panutan. Kemudian datanglah suatu kaum yang menuntut ilmu yang pada mulanya bukan karena Allah dan berhasil memperolehnya. Namun kembali kepada jalan yang lurus dan mengintrospeksi dirinya sendiri dan akhirnya ilmu itu sendiri yang mendorong dirinya menuju keikhlasan di tengah jalan. Sebagaimana dinyatakan oleh Mujahid dan lainnya, “Dahulu kami menuntut ilmu tanpa niat yang tinggi. Namun, kemudian Allah menganugerahi niat tersebut sesudah itu.” Sebagian ulama menyatakan, “Kami hendak menuntut ilmu untuk selain Allah. Namun ternyata ia hanya bisa dilakukan karena Allah”. (Panduan Akhlak Salaf , hlm. 7) Para salaf yang lain juga benar-benar bersemangat memperhatikan permasalahan niat ini. Sufyan Ats Tsauri berkata, “Saya tidak pernah mengobati sesuatu melebihi terapiku terhadap niat.” Tidak hanya hati saja yang mereka jaga kesungguhan dan ketulusannya ketika menuntut ilmu, tubuh mereka pun ditempa sedemikian rupa sehingga menjadi raga yang kuat menghadapi rintangan dalam perjalanan menuntut ilmunya. Perhatikanlah kisah Hajjaj bin Sya’ir ini, “Ibuku pernah menyiapkan untukku seratus roti kering dan aku menaruhnya di dalam tas. Beliau mengutusku ke Syubbanih (salah seorang ahli hadits) di Madain. Aku tinggal di sana selama seratus hari. Setiap hari aku membawa seratus roti dan mencelupkannya ke sungai Dajlah kemudian aku memakannya. Setelah roti habis aku kembali ke ibuku.” (102 Kiat Agar Semangat Belajar Agama Membara, hlm. 274). Penutup Mungkin saja kita tidak bisa setara dengan para salafush sholih dalam semangat mereka menuntut ilmu. Akan tetapi, segala upaya harus kita kerahkan agar semangat menuntut ilmu itu selalu terhujam kuat di dalam hati kita. Allah berfirman, فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.” (Qs. At Taghaabun : 16) Maka tidak ada lagi alasan “Saya cuma ibu rumah tangga” atau “Saya sudah jadi seorang istri” atau “Saya tinggal di tempat yang jauh dari majelis ilmu” untuk menghindari kewajiban menuntut ilmu. Dengan berkembangnya teknologi di masa sekarang ini –misalnya internet, radio, rekaman kajian (kaset, CD, VCD, DVD), buku-buku Islam, dan majalah Islami- cukup memudahkan kita para wanita untuk tetap dapat menuntut ilmu tanpa harus datang dan duduk langsung dalam sebuah majelis ilmu jika keadaan memang tidak memungkinkan. Semoga dengan sedikit pemaparan di atas, semangat para wanita untuk menuntut ilmu dapat tumbuh subur, sehingga dengan ijin Allah Ta’ala kita dapat songsong kembali kejayaan umat Islam di atas manhaj salafush sholih. Wallahu Ta’ala A’lam.

Template by:

Free Blog Templates